Sejarah Warna Pink
Para
ilmuwan berteori bahwa kita sebagai manusia berevolusi untuk dapat
melihat warna untuk membuat kita pemburu yang lebih baik di dunia
monoton hutan hijau atau hutan. Jadi persepsi warna adalah bagian dari apa yang memisahkan kita dari hewan dan menempatkan kita nyaman di puncak rantai makanan.
Kembali
di tahun 1800-an, gagasan terapi warna dikemukakan, mungkin oleh
dokter yang sama yang menganjurkan perdarahan dan penggunaan lintah. Warna
terapis berpikir bahwa pasien yang bermandikan warna tertentu dari
cahaya yang bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikologis. Terapi
Warna meninggal ketika antibiotik keluar dan kebanyakan orang
menyadari bahwa gagasan yang disembuhkan oleh cahaya berwarna hanya
susun.
Ini adalah keyakinan ini penulis bahwa buku dapat ditulis tentang setiap salah satu warna utama dalam roda warna. Ada
sejarah budaya dan psikologis yang dapat diperiksa dan dieksplorasi
dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa besar dan tren hari. Sebagai
contoh, pink telah diterima sebagai warna bayi perempuan dan masih
warna balon pilihan bagi orang tua bangga yang ingin mengumumkan
kelahiran bayi perempuan mereka. Jadi, bagaimana pink menjadi diterima dalam budaya kita sebagai seorang gadis atau warna feminin?
Saya
telah mengajukan pertanyaan ini berulang-ulang dari teori warna dan
menerima jawaban, jadi saya melakukan sedikit menggali sendiri mencoba
untuk datang dengan kesimpulan yang masuk akal. Dan
inilah yang saya temukan ... selama Perang Dunia II Nazi menggunakan
warna-& bentuk-sistem kode untuk melacak tawanan mereka. Orang Yahudi diberi bintang kuning Daud untuk dipakai untuk mengidentifikasi mereka. Homoseksual diberi segitiga pink terbalik, yang juga setengah bintang Daud. Selama Perang Dunia II, warna pink tidak akan memiliki asosiasi feminin atau maskulin. Ini
adalah teori saya bahwa asosiasi pink sebagai warna yang feminin
dimulai dengan penggunaan segitiga merah muda kembali di abad kedua
puluh oleh Nazi Jerman. Asosiasi pink dengan homoseksualitas bisa berubah atau berubah menjadi mewakili feminin selama ini.
Intinya adalah ini: Tidak ada yang benar-benar tahu mengapa warna pink menjadi gadis, mitra dengan warna biru maskulin. Tetapi jelas bahwa identifikasi gender warna dimulai pada abad ke-20. Sejarah pink sebagai warna belum berakhir. Mungkin
seratus tahun dari sekarang atau dua ratus tahun dari sekarang warna
itu sendiri akan berarti sesuatu yang lain seperti yang kita sebagai
manusia menetapkan sebuah identitas baru dan tujuan.
pink identik dengan cewek
Warna
merah muda alias pink, identik dengan anak perempuan. Jika ada bayi
perempuan lahir, maka semua asesorinya diberi warna pink. Kalau lelaki,
maka warnanya biru. Andai ada lelaki pakai baju pink, maka akan
diledek, “Uh, kayak cewek lu!”. Mengapa pink identik dengan cewek?
Ilmuwan asal University of Newcastle dalam jurnal Current Biology
memaparkan sebab musabab ilmiahnya.
Dipimpin oleh Dr Anya Hurlbert, tim ini melakukan ujicoba pada 200 lelaki dan perempuan berusia 20-an. Mayoritas perempuannya menjawab bahwa mereka suka warna paduan biru dan merah, tapi benci warna hijau dan kuning. Mereka terdiri dari dua jenis ras berbeda, Inggris dan China. Ternyata selera warna tidak dipengaruhi oleh budaya etnis, melainkan faktor biologi.
Buah Matang
“Evolusi menyebabkan perempuan menyukai warna kemerahan. Mereka cenderung memilih buah warna merah, wajah kemerahan. Budaya juga memberi andil di dalamnya,” ujar Dr Hurlbert. Bisa jadi ini akibat peran kaum perempuan sejak dulu adalah memilih bahan pangan untuk keluarga. Kebiasaan turun temurun untuk mencari buah matang yang identik dengan warna merah, menyebabkan sampai saat ini “anak cucu” Hawa itu meyukai warna merah atau kemerahan.
Sedangkan lelaki cenderung suka warna biru sebab memang tugas mereka sejak lama adalah mencari sumber air bagi keluarga atau sukunya. Warna biru identik dengan sumber air yang baik, bisa dikonsumsi. Mereka juga menganggap bahwa langit biru cerah adalah pertanda cuaca yang bagus untuk berburu.
Studi ini memicu Yazhu Ling, rekan Hulbert, untuk mengadakan riset lanjutan. Ia akan melakukan studi pada anak-anak dan menginvestigasi hubungan antara pilihan warna dan tingkat depresi mereka.
ANDA mungkin tidak pernah berpikir kenapa warna merah muda atau pink dalam bahasa Inggrisnya menjadi simbol kasih sayang. Selain membangkitkan cinta tanpa pamrih, pink juga mampu menenangkan dan menyegarkan jiwa.
Di Belanda, pink dianggap berasal dari bahasa Perancis, yaitu la rose, yang berarti bunga mawar. Warna ini sering dipakai dalam bahasa-bahasa Eropa sebagai ungkapan kasih sayang, suasana hati positif, dan rasa optimisme. Juga untuk menggambarkan orang yang sedang mabuk kepayang atau berhalusinasi. Warna juga pink sering dikaitkan dengan suasana romantis, rileks, feminin, jiwa muda, naif dan tidak berdosa, tetapi juga perasaan labil.
Karena itu, kita bisa menggunakan warna ini untuk terapi membangkitkan cinta bahka menyembuhkan gangguan penyakit, baik fisik maupun psikis. Bisa lewat media air, sinar lilin, makanan, maupun pakaian.
Warna pink mengenal beragam gradasi. Mulai dari merah muda lembut, lila, violet, lembayung, magenta, fuchsia dan ungu, hingga merah jambu yang brutal atau mencolok mata. Pink adalah warna bermacam jenis bunga dan warna bayi yang baru lahir.
Uniknya, warna merah jambu lebih dari seratus tahun yang lalu justru lekat dengan anak laki-laki. Merah jambu didapat dari campuran warna merah dan putih. Merah dianggap sebagai penggambaran ideal pria dewasa, kuat, bertenaga, dan agresif.
Pink adalah versi yang disederhanakan untuk anak laki-laki. Kalau pink identik dengan anak laki-laki, warna biru disebut sebagai warna yang cocok bagi anak perempuan.
Menurut tradisi Katolik, warna biru dihubungkan dengan Bunda Maria yang disucikan. Tradisi ini mulai berubah pada sekitar tahun 1920, sewaktu bahan pewarna yang aman mulai digunakan untuk produksi pakaian.
Dulu, anak-anak sering didandani layaknya orang dewasa. Waktu itu, seragam pelaut dan anak buah kapal sangat populer. Anak laki-laki mendapat seragam biru dan anak perempuan dibuat padanannya berwarna merah jambu.
Sakit = Kekurangan Warna
Sejak zaman Mesir kuno, kata Tom Suhalim, praktisi foto aura, warna
sudah dipercaya mempunyai pengaruh yang besar pada tubuh manusia secara
fisik maupun psikis. Warna memengaruhi aura tubuh. Bila tubuh
kelebihan atau kekurangan salah satu warna, akan terjadi
ketidakseimbangan tubuh, yang akhirnya memengaruhi kesehatan.
Seseorang yang sakit, berarti tubuhnya kekurangan satu atau beberapa unsur warna tertentu. Dengan mengaplikasikan warna yang kurang tersebut, diharapkan terbentuk kembali keseimbangan energi dalam tubuh. Tom menandaskan, terapi warna didasarkan pada fakta bagaimana manusia secara psikologis merespon warna-warna yang berbeda.
Bagaimana sebenarnya hal itu bisa terjadi?
“Di otak manusia ada kelenjar pineal yang bertugas mengatur ritme hidup
dari hari ke hari. Ketika sinar mengenai mata dan kulit, gelombang
warna akan berjalan melalui saraf menuju kelenjar itu. Warna yang
berbeda memiliki panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda pula.
Perbedaan gelombang inilah yang bisa memengaruhi fungsi fisik dan
psikologis manusia,” papar pria yang berpraktik di Klinik Gaya Hidup
Sehat ini.
Semua spektrum warna, menurut ahli terapi warna dan bunga ini, sebenarnya sama saja, yaitu mejikuhibiniu. Prinsip yang kita kenal selama ini: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Jadi, yang membuat terapi warna bisa dimanfaatkan adalah bahwa frekuensi gelombang warna berbeda-beda.
Electromagnetic Medicine
Dalam bidang kedokteran, kata Dr. Erwin Tb. Kusuma, Sp.KJ, terapi warna
digolongkan sebagai electromagnetic medicine atau pengobatan dengan
gelombang elektromagnetik. Tanpa disadari, tubuh memiliki respon bawaan
yang otomatis terhadap warna dan cahaya.
Hal itu dapat terjadi karena pada dasarnya warna merupakan unsur dari cahaya, dan cahaya adalah salah satu bentuk energi. Pemberian energi pada tubuh akan menimbulkan efek positif.
Bila diaplikasikan ke tubuh, warna memiliki karakteristik energi tersendiri. Pemanfaatan warna tergantung pada permasalahan masing-masing yang dialami seseorang.
Untuk mendeteksi apakah seorang anak hiperaktif, mengalami gangguan pertumbuhan, sulit makan, ketergantungan obat, stres, atau depresi, perlu digunakan foto aura. Namun, kata dokter ahli jiwa yang berpraktik di Klinik Pro V, Jakarta ini, terapi warna merupakan pelengkap pengobatan, bukan terapi tunggal.
Eryca Sudarsono dari Saraswati Inner Studies di Tangerang, Banten ini menyebutkan ada beberapa metode terapi warna. Di antaranya teknik sinar lampu atau lilin, pakaian, makanan (buah-buahan dan sayuran), air berenergi matahari, unsur dekorasi, dan visualisasi.
Pada teknik sinar lilin, kata praktisi Candle Healing ini, lilin yang digunakan dapat membentuk pikiran yang sangat kuat bila Anda terhubung dengannya. Warna pada lilin mendatangkan efek-efek penyembuhan dengan cara yang sama baiknya seperti warna pakaian yang Anda pakai atau buah-buahan berwarna yang Anda makan.
Sebenarnya terapi warna sudah berjalan dalam kehidupan sehari-hari. Para peneliti pernah melakukan penelitian efek warna pada kerja otot manusia. Contoh, ketika subjek penelitian diminta mengangkat beban dan disinari dengan warna biru, ternyata tegangan ototnya mengendur dan melemah. Ketika warna biru diganti merah, aktivitas otot mereka kembali tinggi. Karena itu, kata Tom, terapi warna lebih cocok digunakan untuk penyakit yang sifatnya emosional, bukan fisik.
Karena pengaruhnya kuat, peneliti mencoba memanfaatkannya untuk pengobatan. Warna hijau untuk mereka yang menderita lemah jantung, sakit pernapasan, dan kanker. Biru untuk mereka yang mengidap masalah nyeri. Merah untuk yang mengidap penyakit kulit, infeksi ginjal, dan anemia. Jingga lebih berfungsi untuk mengatasi masalah alergi dan konstipasi atau sembelit. Warna kuning lebih cocok untuk mereka yang lemah otot, hipoglikemia, dan menderita nyeri empedu.
Pink juga dibuktikan mempunyai efek yang cukup memuaskan. Sebagai bagian dari program penurunan berat badan, Johns Hopkins Medical di University Baltimore, memberi lingkaran warna yang disebut “permen karet pink” ke pasiennya. Pink diasumsikan memiliki efek menekan nafsu makan dan stres yang memicu keinginan untuk ngemil.
Warna ini ternyata juga bisa mengurangi potensi tindak kekerasan pada narapidana. Warna pink pada lilin, tambah Eryca, merupakan simbol cinta kasih, romantisme, ketertarikan, kehormatan, dan persahabatan. Warna ini juga membangkitkan kesucian niat, meningkatkan visi kejujuran dan kesuksesan.
Rileks dengan Pink
Penggunaan warna tak sebatas hanya untuk membantu pengobatan saja.
Warna ini bisa dimanfaatkan untuk menenangkan jiwa. Penggunaan warna
pink pada penyekat sel penjara diketahui mengurangi potensi terjadinya
perilaku agresif dan tidak kekerasan para napi.
Lalu, bagaimana cara kita memanfaatkan warna pink untuk ketenangan jiwa agar tercapai suasana rileksasi? Hanya satu kata: visualisasi.
1.Duduklah sendiri di sebuah ruangan yang sepi.
2.Amati semua benda yang ada di sekitar Anda selama 2 menit.
3.Tutup mata perlahan-lahan. Bayangkan semua benda yang Anda lihat tadi berubah warna menjadi pink.
4.Bayangkan ada warna pink mengalir menutupi lantai, semua perkakas,
hingga jendela dan langit-langit ruangan. Akhirnya warna tersebut
menyelimuti kaki hingga kepala.
5.Rasakan warna tersebut menghiasi seluruh tubuh.
6.Percayalah Anda sudah rileks sekarang.
Sifat dan Efek Warna
Eryca Sudarsono memberikan kiatnya untuk dapat membaca sifat dan efek warna yang ditimbulkan bagi tubuh.
Pink
Secara emosi menenangkan dan membuat kalem, memberikan perasaan lembut
dan hangat, mengurangi perasaan mudah marah dan agresif, mengelilingi
kita dengan rasa cinta dan perlindungan. Juga mengatasi kesepian,
perasaan murung, terlalu sensitif, dan rapuh. Jika merah berhubungan
dengan seksualitas, pink berhubungan dengan cinta tanpa pamrih.
Merah
Warna yang kuat dan selalu dihubungkan dengan vitalitas, ambisi, tetapi
juga kemarahan. Warna merah menambah tenaga, menghangatkan, dan
memiliki daya penyembuh pada penyakit yang berkaitan dengan darah dan
sirkulasinya. Namun, terlalu banyak warna merah dalam lingkungan akan
menimbulkan perasaan mudah marah, tidak sabar, dan tak nyaman.
Kuning
Warna gembira, cerah, dan meningkatkan keceriaan. Warna ini berhubungan
dengan sisi intelek dan ekspresi pikiran. Bisa menguatkan kemampuan
melihat, membedakan, mengingat, berpikir jernih, dan membuat keputusan.
Juga membantu mengorganisasi sesuatu dengan baik, menumbuhkan ide-ide
baru, dan menimbulkan kemampuan melihat dari sudut pandang yang lain.
Menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme.
Biru-hijau (turquoise)
Mengingatkan kita betapa menyegarkan dan dinginnya lautan. Sifatnya
juga menyegarkan, mendinginkan, dan menenangkan. Sebagaimana hijau,
warna ini bagus untuk mereka yang mengalami ketegangan mental atau
kelelahan. Warna ini membuat kita berani mengawali sesuatu. Juga
membantu mengatasi kesepian karena meningkatkan komunikasi,
sensitivitas, dan kreativitas.
Hijau
Mempunyai daya tarik yang kuat dengan lingkungan, membantu kita
berempati dengan sesama dan dengan alam. Secara naluri kita mencarinya
ketika mengalami stres atau mengalami trauma emosional. Warna ini
menimbulkan rasa nyaman, rileks, kalem, mengurangi stres,
menyeimbangkan, dan menenangkan emosi.
Orange
Warna yang ceria. Mampu membebaskan dan melepaskan emosi, menghilangkan
rasa mengasihani diri, rasa tak berguna, dan tak ingin memaafkan. Juga
merangsang pikiran serta memperbarui ketertarikan dalam hidup.
Merupakan antidepresi yang hebat dan bisa meningkatkan spirit.
Indigo, violet, dan ungu
Menimbulkan efek yang dalam pada jiwa dan telah digunakan dalam
psikiatri untuk membantu menenangkan pasien yang menderita sejumlah
gangguan mental dan gangguan panik. Warna-warni ini menyeimbangkan
pikiran dan membantu menghilangkan obsesi dan rasa takut.
Biru
Warna yang dingin dan menenangkan. Warna biru membuat kita tenang dan
rileks seolah ditenangkan oleh warna langit di malam hari. Bisa
membantu menurunkan tekanan darah. Sayang, terlalu banyak warna biru
tua bisa membuat depresi.
Putih
Warna yang betul-betul suci. Inilah warna perlindungan yang membawa
damai dan perasaan nyaman, meredakan syok dan keputusasaan, serta
membantu membersihkan emosi, pikiran, dan spirit.
Hitam
Warna yang membuat nyaman, melindungi, dan misterius. Berhubungan
dengan kesunyian. Hitam mencegah kita untuk tumbuh dan berubah. Kita
menutupi diri dengan warna hitam untuk bersembunyi dari dunia.
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar